Layanan kesehatan di wilayah Jakarta Selatan kini semakin modern dan efisien berkat integrasi teknologi digital yang memudahkan masyarakat, salah satunya adalah kemudahan akses di Puskesmas Mampang melalui pemanfaatan aplikasi JakSehat. Memasuki tahun 2026, antrean panjang di loket pendaftaran fisik mulai berkurang secara signifikan karena warga beralih menggunakan sistem pendaftaran daring yang jauh lebih praktis. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi layanan publik digital yang digarap oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memastikan setiap warga mendapatkan kepastian waktu pelayanan tanpa harus menunggu berjam-jam di ruang tunggu. Dengan fitur yang ramah pengguna, aplikasi ini menjadi solusi jitu bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi namun tetap memprioritaskan kesehatan keluarga.
Berdasarkan data operasional yang dirilis oleh pihak manajemen pada Selasa, 10 Februari 2026, tercatat lebih dari 70% pasien harian di Puskesmas Mampang kini melakukan pendaftaran melalui jalur online. Prosesnya terbilang sangat mudah; pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi JakSehat, masuk menggunakan NIK, lalu memilih layanan poli yang dituju, seperti Poli Umum, Poli Gigi, hingga Poli KIA. Setelah mendapatkan nomor antrean digital, pasien cukup datang 15 menit sebelum estimasi waktu pemeriksaan yang tertera di aplikasi. Sistem ini secara otomatis membagi slot kunjungan agar tidak terjadi penumpukan massa di area fasilitas kesehatan, sehingga aspek kenyamanan dan protokol kebersihan tetap terjaga dengan maksimal.
Keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi fasilitas kesehatan juga terus ditingkatkan melalui koordinasi erat antara pihak puskesmas dengan aparat kewilayahan. Pada giat monitoring yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas dan Satpol PP Kecamatan Mampang Prapatan pada Kamis, 12 Februari 2026, terpantau arus lalu lintas di depan gedung Puskesmas Mampang yang berlokasi di Jalan Kapten Tendean ini jauh lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Petugas aparat kepolisian setempat menyampaikan bahwa berkurangnya antrean fisik secara langsung berdampak pada penataan parkir kendaraan yang lebih rapi di bahu jalan. Sinergi ini memberikan rasa aman dan tenang bagi warga yang membawa kendaraan pribadi maupun yang menggunakan transportasi umum saat hendak berobat.